![]() | Testimonial Patty GB 2006 Testimonial buat Patricia Hadiwijaya (Patty) |
![]() | Situs Ki Gede Ing Suro Situs Ki Gede Ing Suro Photograph Erwan Suryanegara According To Tomec Pires (1446-1524), a seaman Portugis is working for empire of Portugis in Asia, writes around downfall of Melaka, express extinct of influence Majapahit and Chinese in Palembang as result of evocation of Islam in region Palembang x'self. This situation and condition places Palembang becomes protection region of empire of Islam Demak, around year of 1546, what entangles Aria Penangsang from Jipang and Pangeran Hadiwijaya from Pajang. At the time of Aria Penangsang death, the its the followers running away to Palembang. The this Aria Jipang followers makes new strength by building empire of Islam Palembang. Empire founder figure of Islam Palembang is Ki Gede Ing Suro. His its first Keraton in Kuto Gawang, at the moment its the situs is acurate resided in area PT. Pupuk Sriwijaya. While mausoleum Ki Gede Ing Suro resides in back PT Pupuk Sriwijaya, 1 Ilir Palembang. From form of keraton riparian Java of Musi, the its the powers adapts with Malay area in vinicity. Happened an acculturation and assimilation of culture of jawa and Malay, known as culture Palembang, is growing until now. This Situs Ki Gede Ing Suro, besides as culture solidarity evidence of Java and Melayu, also contiguity Islam-Budha, because this mausoleum resides in ex- temple property of Budha empire ommission of Sriwijaya. Song TUDUNG PERIUK Situs Ki Gede Ing Suro Foto Erwan Suryanegara Menurut Tomec Pires (1446-1524), seorang pelaut Portugis yang bekerja untuk kerajaan Portugis di Asia, menulis sekitar tahun kejatuhan Melaka, menyatakan pupusnya pengaruh Majapahit dan Cina di Palembang akibat kebangkitan Islam di wilayah Palembang sendiri. Situasi dan kondisi ini menempatkan Palembang menjadi wilayah perlindungan Kerajaan Islam Demak, sekitar tahun 1546, yang melibatkan Aria Penangsang dari Jipang dan Pangeran Hadiwijaya dari Pajang. Pada saat Aria Penangsang mati, para pengikutnya melarikan diri ke Palembang. Para pengikut Aria Jipang ini membuat kekuatan baru dengan mendirikan Kerajaan Palembang. Tokoh pendiri Kerajaan Palembang adalah Ki Gede Ing Suro. Keraton pertamanya di Kuto Gawang, pada saat ini situsnya tepat berada di komplesk PT. Pupuk Sriwijaya. Sedangkan makam Ki Gede Ing Suro berada di belakang PT Pupuk Sriwijaya, 1 Ilir Palembang. Dari bentuk keraton Jawa di tepi sungai Musi, para penguasanya beradaptasi dengan lingkungan melayu di sekitarnya. Terjadilah suatu akulturasi dan asimilasi kebudayaan jawa dan melayu, yang dikenal sebagai kebudayaan Palembang, yang berkembang hingga sekarang. Situs Ki Gede Ing Suro ini, selain sebagai bukti perpaduan kebudayaan Jawa dan Melayu, juga persinggungan Islam-Budha, sebab makam ini berada di bekas candi milik Budha peninggalan kerajaan Sriwijaya. Lagu TUDUNG PERIUK |
![]() | Selamat Idul Fitri 1428H Keluarga Alm Soeyatno HadiWijaya turut mengucapkan selamat Idul Fitri, Mohon maaf lahir dan Batin. Ibu Miswati Anak: Sonny Wardono sekeluarga Doddy Wiratmoko sekeluarga Yani Pitono sekeluarga |
![]() | Akihabara-Maid Fever This is one of many ways to get rid of stress, I mean...for Japanese |