Discover

Kuningan, Jakarta Search Results

Kuningan, Jakarta Companies

4 travel companies found in Kuningan, Jakarta.
Browse companies by category:

Kuningan, Jakarta Articles

No articles about Kuningan, Jakarta found. Want to add one?

Kuningan, Jakarta Trips

No trips found for Kuningan, Jakarta

Kuningan, Jakarta Videos

the sigit-the party at kuningan jakarta
the sigit play the party at kuningan jakarta..the band is rocks yeahh
Mitsubishi Traction Elevator at ITC Kuningan
These are powerful elevators, the speed was pretty fast. Mitsubishi elevators are great. And if you know, Mitsubishi elevators are often used in ITC buildings. ITC means International Trade Center. Brand: Mitsubishi Capacity: 24 persons Weight limit: 1600 kgs Floors served: 12 (LG, G, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) Year installed: 2001 Sorry! I misspelled, not 106000kg, but 1600 kgs. This was recorded at ITC Kuningan, Kuningan, Jakarta, Indonesia, Asia.
Test Drive Scorpio, mega kuningan Jakarta Corner
cornering with my scorpio with cornering speed around 80-100km/h
Celebrate Obama's Victory in Jakarta (November 5, 2008)
Location: Bellagio Boutique Mall- Mega Kuningan, Jakarta- Indonesia (November 5, 2008, GMT+7)
Terowongan casablanca 1
Di dalam keremangan terowongan casablanca, tiba2 muncul sesosok wanita cantik bergaun anggun. Hati-hati dia bukan manusia biasa, sudah banyak yang menjadi korbannya. Dialah hantu jelmaan wanita cantik yang tewas mengenaskan di kawasan casablanca, kuningan jakarta selatan. Bermula dari kisah cinta sepasang remaja, astari & refa, yang kandas ditengah jalan setelah astari hamil. dengan kelicikan refa, usaha aborsi dilakukan tapi gagal, ini membuat refa kalut. ia mengubur astari dan janinnya dalam keadaan hidup-hidup. Setelah kematian astari, kehidupan refa dan kerabatnya selalu dihantui oleh kuntilanak merah jelmaan arwah astari yang dendam. Tidak hanya kepada refa, kuntilanak merah itu kerap kali menampakan wujud dan meneror pengendara yang melintas di terowongan casablanca..
Fumiyan
Fumiyan & Mizuyan at Amigos Kuningan Jakarta. YMCA!!!!
Jakarta Floods 5 - Rasuna Said
Video report (Feb 4, 2007) at Rasuna Said - Kuningan.
Sang murabbi (Trailer) 9 menit
Film ini berkisah tentang perjalanan dakwah Ustadz Rahmat Abdullah. Berawal dari persepsi positif Ustadz Rahmat muda tentang profesi guru, yang merupakan rekfleksi cita-citanya saat masih duduk di bangku sekolah dasar. Setiap kali ditanya orang, apa cita-citanya, ia akan menjawab dengan mantap: menjadi guru! Persepsi itu kemudian menjadi elan vital yang menggerakkan seluruh energi hidup Ustadz Rahmat, ketika ia menimba ilmu di pesantren Asy Syafiiyah di bawah asuhan KH Abdullah Syafii. Bakat besar dan pemikirannya yang brilian, menjadikan Ustadz Rahmat dikagumi oleh setiap orang, terutama gurunya, KH Abdullah Syafii, yang menjadikan Ustad Rahmat muda sebagai murid kesayangannya. Ustadz Rahmat muda mulai merintis kariernya sebagai guru selulus dari Asy Syafiiyah. Selain di almamaternya, ia juga mengajar di sekolah dasar Islam lainnya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Perjalanan karier yang dipilihnya itu kemudian mempertemukannya dengan guru keduanya, Ustadz Bakir Said Abduh yang mengelola Rumah Pendidikan Islam (RPI). Melalui ustadz lulusan pergururan tinggi di Mesir itu, Ustadz Rahmat banyak membaca buku-buku karya ulama Ikhwanul Muslimin, salah satunya adalah buku Da'watuna (Hasan Al-Bana) yang kemudian ia terjemahankan menjadi Dakwah Kami Kemarin dan Hari Ini (Pustaka Amanah). Situasi ini, membuat potensi bakat Ustadz Rahmat Abdullah melejit dengan banyaknya referensi bacaan yang ia konsumsi, mulai dari kitab Arab klasik yang sudah sulit dicari, sampai buku-buku sastra dan budaya. Ia pun dikenal sebagai dai yang lengkap, karena tidak cuma menguasai ilmu-ilmu Islam yang "standard" tetapi juga persoalan-persoalan kontemporer. Potret paripurna kedaian Ustadz Rahmat terlihat ketika ia membina para pemuda di lingkungan rumahnya di kawasan Kuningan. Ustadz Rahmat menggunakan pendekatan yang masih sangat langka di kalangan dai, yaitu dengan grup teater yang didirikannya. Para pemuda itu diasuhnya dalam organisasi bernama Pemuda Raudhatul Falah (PARAF) yang menghidupkan masjid Raudhatul Falah di bilangan Kuningan dengan kegiatan-kegiatan keislaman. Pementasan grup teater binaan Ustadz Rahmat muda itu mendapat sambutan yang baik dari masyarakat. Salah satunya adalah pementasan berjudul Perang Yarmuk. Pada pementasan inilah, Ustadz Rahmat dan para pemuda PARAF harus berhadapan dengan aparat yang mencoba membubarkan pementasan. Akibat pementasan itu, Ustadz Rahmat dikenai wajib lapor. Tapi, hingga hari ini, Ustadz Rahmat tidak pernah mau meladeni aturan yang menindas kebebasan itu. "Saya tidak akan pernah datang ke kantor kalian," kata Ustadz Rahmat kepada Suryo, seorang aparat yang bertugas menyatroninya. "Kalau ibu saya yang memanggil, baru saya mau datang." Keteguhan pada prinsip dan ketegasan sikapnya itulah yang membuat Suryo ngeper. Hingga bertahun kemudian keteguhan dan ketegasan itu tetap terpelihara dengan baik, meski Almarhum harus terlibat dalam wasilah (sarana) dakwah bernama partai. Ia tetap dikenal sebagai guru ngaji, inspirator kaum muda yang progresif dan berpikiran jauh ke depan. Undangan daurah satu ke daurah yang lain tetap disambanginya. Tak ada yang berubah, termasuk ciri khas yang menjadi warisan dari kedua orang tuanya yang mulia: kesederhanaan. Ustadz Rahmat memang berada di jenjang tertinggi partai, serta terpilih pula sebagai wakil rakyat di DPR pusat. Namun, ia kerap dipergoki sedang menyetop bus kota untuk mendatangi sebuah undangan. Ia kerap terlihat jalan kaki untuk jarak yang cukup jauh. Tak ada yang berubah, karena ia sadar betul bahwa langkah itulah yang dimulainya dulu sebagai permulaan di jalan dakwah. Hingga akhirnya, di sebuah hari yang sibuk dan berat, Ustadz Rahmat merasakah tanda-tanda kesehatannya terganggu. Namun, rasa tanggung jawabnya yang besar terhadap amanah dakwah, membuat ia tak begitu mempedulikan tanda-tanda itu. Ia masih terlibat dalam sebuah syuro penting. Lalu, saat adzan berkumandang dan ia beranjak untuk memenuhi panggilan suci itu, ia berjalan ke tempat wudhu. Saat berwudhu, tanda-tanda itu makin kuat, menelikung pembuluh darah di bagian lehernya. Ia coba untuk menyempurnakan wudhunya, tapi rasa sakit yang merejam-rejam kepalanya membuatnya limbung. Disaksikan oleh Ustadz Mahfudzi, salah seorang muridnya, Ustadz Rahmat nyaris terjatuh. Ustadz Mahfudzi cepat memapahnya, lalu mencoba menyelamatkan situasi. Tetapi Allah lebih sayang kepada Ustadz Rahmat Abdullah. Innalillahi wa innailaihi raaji'uun...Syaikhut Tarbiyah itu meninggalkan kita dengan senyum yang amat tulus...hujan air mata dari seluruh pelosok tempat mengiringi kepulangan beliau.
efek rumah kaca-cinta melulu
erk live in concert at kuningan,jakarta they play their single"cinta melulu"
Akmal di Jakarta
Akmal lagi jalan2 di daerah kuningan Jakarta