Discover

Magelang videos

[Lintas Malam] Suzanna dimakamkan di Magelang. 16/10/2008

Aktris senior Suzanna dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Giri Loyo Magelang, Jawa Tengah. dok: TPI

magelang bergoyang

cah magelang

latihan bersama di magelang

latihan bersama di magelang, bersama ukm ts UMM didokumentasikan oleh UKM tapak suci UMY Yogyakarta, di publikasikan oleh misbahuddin di internet youtube dot com, kategori: pencak silat, ipsi, beladiri, jurus-jurus, pertandingan, laga, latihan

latihan bersama tapak suci UMY dengan UMM Magelang

silahkan download ratusan software, games, antivirus, film naruto secara gratis hanya di: www.gratis.misbahuddink.com

cewek magelang sexy model bo

jangan di tonton

latihan bersama di magelang

latihan bersama di magelang, bersama ukm ts UMM didokumentasikan oleh UKM tapak suci UMY Yogyakarta, di publikasikan oleh misbahuddin di internet youtube dot com, kategori: pencak silat, ipsi, beladiri, jurus-jurus, pertandingan, laga, latihan, tips, trik

cah magelang

sodara2 magelang ngumpul di gimhae gyeongsamnamdo south korea

Cah Magelang

Iki Cah Karanggading Magelang, iki lohh jagoane Karang gading Magelang..!! Jenenge Ryan. Must See !! Lucu very Funny and funneist. Imut dan gemes. Omahe Cedhak AKMIL (Akademi Militer) Gunung Tidar Magelang.

konde from SAMSONS - for you, live @ magelang

when we performed in magelang, central java.... enjoy and give any comments so i can improving my drum and things... thx!

latihan bersama di magelang part1

latihan bersama di magelang, bersama ukm ts UMM didokumentasikan oleh UKM tapak suci UMY Yogyakarta, di publikasikan oleh misbahuddin di internet youtube dot com, kategori: pencak silat, ipsi, beladiri, jurus-jurus, pertandingan, laga, latihan

cah magelang

proud to be javanese

farewell magelang 08

byeee

villa magelang part 01

upacara adat keagamaan pemasangan rusuk utama penyangga tiang rumah magelang

tegal pekalongan magelang

beerpetualang dalam propinsi

kyai langgeng magelang

waktu jalan- jakan with my familly ke magelang

Halal Bihalal Magelang 2006

Halal Bihalal Magelang 2006

Magelang

Mountain Merapi from Keteb

Kebakaran di pasar magelang

Kebakaran di pasar Magelang

magelang 08

foto2

Kunjungan Kadinas Magelang

Lumayan dapatbingkisan

villa magelang part 02

lanjutan upacara adat, makan-makan..

Posisi Baliho di perempatan jalan magelang sleman

Baliho di perempatan jalan magelang sleman

Antiacne - Simbok

Iki lho Hip-hop seko Magelang. Wis jan enak tenan opo maneh sinambi ngopi, cemilane thelo godog tambah sam su!

Stratovarius, isu Tsunami Gempa Bantul Yogya

Sabtu, 27 Mei 2006. Ini cerita singkat saya, salah satu sukarelawan pada hari pertama gempa Jogja. Saya tercatat sebagai anggota Global Rescue Network (GRN) yang bekerja di posko GRN Lhoong, Aceh dan sebagai dokter yang dikirim hari ke-2 setelah gempa Nias tahun lalu untuk melalukan serangkaian evakuasi disana sebelum tim inti GRN dengan mobil 4x4nya dapat masuk ke pulau Nias. Saya berdomisili di Wodonga, Australia. Perjalanan kali ini ke Indonesia atas permintaan Lody Korua, korlap GRN untuk Jogja dan Jateng. Tugasnya adalah memantau Merapi ketika statusnya menjadi "awas". Sabtu pagi yang dingin saya terbangun dengan tubuh yang segar dan semangat baru. Pagi itu kami telah menjadwalkan untuk kembali ke Jakarta setelah masa tugas memantau gunung Merapi selama 3 minggu. (Saat itu posko GRN berada di Salam, Magelang). Tim kami yang terdiri dari 4 orang segera berkemas dan menyiapkan sarapan agar dapat berangkat pagi itu. Saat itu, belum pukul 6 pagi, tiba-tiba terjadi gempa. Pengalaman kami menghadapi gempa di Aceh, Medan dan Nias membuat kami cukup mampu memperkirakan kekuatan gempa yang kami hadapi... 6 SR!! Gempa itu begitu kuat sehingga Land Rover GRN yang telah di isi penuh dengan barang2 rescue dan posko kami sampai bergerak berguncang-guncang. Gempa itu terasa sangat lama dan benar2 menakutkan, membuat kami semua berlarian ketempat terbuka yang aman. Saat gempa itu reda, kami masih terpaku beberapa saat dan pelan2 mulai bisa mengamati lingkungan kami dengan lebih baik. Kami lihat gunung Merapi di kejauhan mengeluarkan awan panasnya. Kami bisa mulai bercerita mengenai posisi kami saat gempa dan bagaimana kami menghadapinya. Kami melihat kondisi rumah yang dijadikan posko, hanya 1 genteng jatuh. Kemudian teman 1 tim kami memutuskan untuk berkeliling posko melihat kondisi rumah dan orang2 di sekitarnya. Sementara mereka berkeliling, teman lain mencoba melakukan pembicaraan radio mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi tidak ada yang mengudara saat itu. Saya mencoba menyalakan TV untuk mencari berita tetapi ternyata lampu mati, listrik tidak ada. Saya lalu sms Lody Korua dan beberapa teman di kota2 lain mengabarkan tentang gempa yang cukup keras itu. 5 menit kemudian seorang teman mengabarkan gempa terasa sampai di Solo. Teman lain juga menghubungi, gempa juga terasa sampai di Probolinggo. Wah...kami jadi bertanya-tanya, dimana pusat gempa itu sebenarnya? Karena pasti dipusat gempa dan sekitarnya terjadi kerusakan bangunan yang parah dan kemungkinan ada banyak korban. 20 menit kemudian Lody Korua menelpon. Berita di TV pagi itu mengatakan pusat gempa berada di Laut Selatan. Dia meminta kami untuk segera ke Jogja karena disana banyak gedung runtuh dan korban berjatuhan. Kami juga diminta mengabarkan andaikan dibutuhkan tim lengkap GRN untuk segera berangkat ke Jogja membantu hari itu juga. Kami yang berada di Sleman, kaget dengan berita itu. Setelah selesai sarapan, tanpa mandi, kami langsung menurunkan sebagian besar barang2 kami dari mobil dan hanya dengan peralatan rescue segera menuju Jogja. Hampir memasuki kota Jogja, jalan yang semula 2 arah tiba--tiba telah menjadi jalan 1 arah didepan kami. Arus kendaraan dari Jogja sangat banyak sehingga kendaraan dari arah Magelang tidak bisa bergerak maju lagi. Banyak pengendara2 motor itu yang berteriak ketakutan: "Air naik, air naik!". Lain pengendara motor berteriak: "Tsunami, tsunami! Lari!!" Suasana sangat mencekam saat itu. Kami segera memutar mobil kami kembali kearah Magelang, menunggu dan mengamati keadaan di pinggir jalan itu sambil tetap berusaha mengadakan hubungan radio, tetapi tetap tidak ada yang mengudara saat itu. Kami lalu menelpon teman2 di Jakarta meminta mereka memantau berita Jogja dan sekitarnya untuk kami. Banyak orang yang kebingungan, singgah dan bertanya kepada kami, tetapi kami juga sendiri tidak tau apa yang terjadi saat itu. Kami hanya bisa menatap ke arah kota Jogja dan orang2 yang panik disekitar kami dengan bingung, tidak tahu harus berbuat apa. Sepengetahuan kami tsunami akan segera datang setelah gempa, bukan 1 jam sesudah gempa. Suasana ketakutan orang2 itu membuat perasaan kami juga tidak karuan.....ikut takut, bingung dan bertanya-tanya apakah tsunami benar2 ada. Kalo ada, kenapa tsunami kali itu menyimpang dari teori? Banyak sekali pertanyaan, ketakutan dan kesedihan dihati kami melihat situasi masyarakat saat itu. Arus kendaraan sudah jauh berkurang, sekitar jam 10.00 pagi. Saat itu Ferdy, teman 1 tim kami bertanya: "Kita maju?" Saya mengiyakannya dengan 1 anggukan kepala. Itu keputusan yang berat, memasuki suatu kota yang ditinggalkan karena orang-orang berteriak tsunami. Jangan-jangan kami kesana hanya untuk mengantarkan nyawa saja. Tetapi itu harus dilakukan, kami harus melihat apa yang terjadi di kota itu.

Rumah Rosi, Gempa Bumi Bantul Yogyakarta

Berikut kejadian gempa yang pernah terjadi di Pulau Jawa sebelum gempa 27 Mei 2006 di Yogyakarta: - 1840 Beberapa bangunan rusak - 1852 Beberapa bangunan dan rumah penduduk rusak - 1863 Kerusakan bangunan dan rumah penduduk serta 1 pabrik gula - 10 Juni 1867 Sedikitnya 372 rumah roboh dan lima orang meninggal. Gempa yang getarannya terasa hingga Surakarta, Jawa Tengah. Kejadian ini menyebabkan runtuhnya tugu Keraton Yogyakarta dan sejumlah bangunan Tamansari. Kediaman residen Belanda (Gedung Agung) juga turut ambruk - 1871 Bangunan pemerintah dan rumah penduduk retak - 1872 Bangunan retak-retak - 1916 Sekitar 740 rumah roboh, beberapa sekolah rusak - 1923 Beberapa bangunan rusak - 1926 Beberapa orang luka-luka - 23 Juli 1943 mengakibatkan 213 orang meninggal, 2.096 orang luka-luka, dan 2.800 rumah hancur.Gempa yang berpusat di 8,6 LS dan 109,9 BT di Samudera Hindia, getarannya terasa dari Garut hingga Surakarta. - 14 Maret 1981 Terjadi gempa berkekuatan 6 SR di Selatan Yogyakarta pada jarak 150 km di kedalaman 33 km dari permukaan laut. Gempa ini berpusat pada 7,2 ? LS dan 109,3 ? BT itu meretakkan dinding Hotel Ambarukmo. - 9 Juni 1992 Gempa tektonik berkekuatan 6,5 SR terjadi pada pukul 07.31 WIB dengan kedalaman 106 km. Kejadian ini berlangsung selama satu menit dan getarannya terasa di daerah Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Magelang. - 25 Mei 2001 Gempa tektonik berkekuatan 6,2 SR mengguncang Semarang, Kudus, Surakarta, Magelang, dan Yogyakarta pukul 12.10 WIB. BMG menyebutkan, pusat gempa berada di Samudera Hindia, 95 km arah selatan Yogyakarta, atau 8,62 ? LS dan 110,11 ? BT. Beberapa bangunan di Bantul mengalami keretakan. - 19 Agustus 2004 Gempa tektonik berkekuatan 6,3 SR mengguncang wilayah Yogyakarta pukul 13.33 WIB. Pusat gempa berada di Samudera Hindia sekitar 150 km selatan Kota Yogyakarta. Kedalaman pusat gempa 55 km dari permukaan tanah dengan posisi 9,22 LS dan 109,58 BT. - 19 Juli 2005 Gempa tektonik berkekuatan 5,5 SR mengguncang DI Yogyakarta pukul 19.21 WIB. Pusat gempa di kedalaman 33 km dengan jarak 220 km di selatan Yogyakarta, di Samudera Indonesia. Gempa ini akibat pergeseran lempeng tektonik Indo-Australia dan Eruasia itu hanya berlangsung sekitar lima detik dan tidak menimbulkan kerusakan. Tiar, BMG